Thursday, October 29, 2009

Permata yang dicari: a dedication

Hadirnya tanpa ku sedari
(Mmg...i have no clue at all..)
Menggamit kasih cinta bersemi
(Not love as in lover,but i do care for her than myself)
Hadir cinta insan padaku ini
(She did say she's happy to know me)
Anugerah kurniaan Illahi
(i'm very grateful)

Lembut tutur bicaranya
(hahaha i'm not sure actually)
Menarik hatiku untuk mendekatinya
(still..yes i do)
Kesopanannya memikat dihati
(true...)
Mendamaikan jiwaku yang resah ini
(hmmm...)

Ya Allah jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
(Don't misunderstand,just to be close to...)
Jika dia bukan milikku
(Not literally)
Tabakanlah hatiku dengan ketentuanMu

Dialah permata yang dicari
Selama ini baru ku temui
Tapi ku tak pasti rencana Illahi
Apakah dia kan ku miliki
(Miliki as in to be the closest thing to me)

Tidak sekali dinodai nafsu
(of course, i love her like she's my own sister)
Akan ku batasi dengan syariatmu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuanMu
(Though i would never want to be apart from her)

Ya Allah Engkaulah tempatku bergantung harapanku
Ku harap diriku sentiasa di bawah rahmatMu....

Tuesday, October 27, 2009

Jangan ditangisi apa yang bukan milikmu

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat tergoncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai.Dan tidak mudah menyedari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sedar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus berjaya, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang berjaya tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakikat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rezeki, jawatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sedar ketentuan Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar ketentuan Allah: "yang pentingnya harus dia Ya Allah! Harus dia, kerana aku sangat mencintainya." Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Boleh jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah kerana niat kita yang terkotor.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar difikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Kerana seorang Mu'min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

Tuesday, October 13, 2009

BULAN KELAHIRAN & SIFAT ANDA; Research by Dato' Dr. Fadzilah Kamsah = JULAI

* Sangat suka didamping. * Banyak berahsia dan sukar dimengerti terutamanya lelaki. * Agak pendiam kecuali dirangsang. * Ada... harga dan maruah diri. * Tak suka menyusahkan orang lain tapi tidak marah apabila disusahkan. * Mudah dipujuk dan bercakap lurus. * Sangat menjaga hati orang lain. * Sangat peramah. * Emosi sangat mendalam tapi mudah terluka hatinya. * Berjiwa sentimental. * Jarang berdendam. * Mudah memaafkan tapi sukar melupakan. * Tidak suka benda remeh-temeh. * Membimbing cara fizikal dan mental. * Sangat peka, mengambil berat dan mengasihi serta penyayang. * Layanan yang serupa terhadap semua orang. * Tinggi daya simpati. * Pemerhatian yang tajam. * Suka menilai orang lain melalui pemerhatian. * Mudah dan rajin belajar. * Suka muhasabah diri. * Suka mengenangkan peristiwa atau kawan lama. * Suka mendiamkan diri. * Suka duduk di rumah. * Suka tunggu kawan tapi tak cari kawan. * Tidak agresif kecuali terpaksa. * Lemah dari segi kesihatan perut. * Mudah gemuk kalau tak kawal diet. * Minta disayangi. * Mudah terluka hati tapi lambat pulih. * Terlalu mengambil berat. * Rajin dalam membuat kerja